RANGKUMAN TRI PUSAT PENDD 1. Tri Pusat Pendidikan yaitu: Pendidikan dalam keluarga (pendidikan informal), pendidikan dalam sekolah (pendidikan formal), dan pendidikan di dalam masyarakat (pendidikan non formal). 2. Sedangkan dilihat dari cara berlangsungnya pendidikan dibedakan menjadi pendidikan fungsional dan pendidikan intensional. 3. Pendidikan fungsional adalah pendidikan yang berlangsung secara naluriah, tanpa rencana dan tujuan tetapi berlangsung begitu saja. Sedangkan pendidikan intensional adalah lawan dari pendidikan fungsional. 4. Bila dilihat dari aspek pribadi yang disentuh, maka terdapat jenis pendidikan Orkes (Olah Raga Kesehatan), Pendidkan Sosial, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Kesenian, Pendidikan Moral, Pendidikan Seks dan sebagainya. 5. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. 6. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. 7. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. 8. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga. 9. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 10. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. 11. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. 12. Pendidikan keluarga atau pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga. suatu proses pembelajaran yang terjadi di kehidupan sehari-hari di dalam keluarga terdekat. 13. Pendidikan dalam keluarga lebih menonjolkan bagaimana kita mengajar diri kita sendiri, dimana kita cenderung untuk berbicara dan bergabung dalam kegiatan dengan orang lain di sekitar anak, dan ini berlangsung secara tidak sadar dalam waktu selama pergaulan dengan anak terjadi, mulai dari anak bangun sampai akan tidur didengarkan cerita dan nyanyian yang mengandung nilai pendidikan sebagai bekal anak nemasuki dunia formal. 14. Langeveld menyatakan, tiap-tiap pergaulan antara orang dewasa (orang tua) dengan anak adalah merupakan lapangan atau suatu tempat di mana pekerjaan mendidik itu berlangsung. 15. Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pan-dangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain. 16. Pendidikan keluarga terutama menanamkan ketauhidan; kehidupan emosional, dan moral atau etika. 17. Pendidikan dalam sekolah atau pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. 18. Sekolah adalah lembaga yang dirancang untuk mengajarkan siswa (atau "murid") di bawah pengawasan guru. 19. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah yang berbeda di setiap negara tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak dan sekolah menengah bagi remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. 20. Ada juga sekolah-sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah-sekolah swasta. 21 Mungkin sekolah swasta untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak menyediakan untuk mereka; agama seperti sekolah Islam Kristen, Budha dan dan lain-lain; atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau mencari untuk mendorong prestasi pribadi lainnya. 22. Sekolah untuk orang dewasa termasuk perusahaan lembaga pelatihan dan pendidikan dan pelatihan militer. Homeschooling dan online di sekolah-sekolah, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional 23. Menurut status sekolah terbagi dari: sekolah negeri, yaitu sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi. Sekolah swasta, yaitu sekolah yang diselenggarakan oleh non-pemerintah/swasta, penyelenggara berupa badan berupa yayasan pendidikan yang sampai saat ini badan hukum penyelenggara pendidikan masih berupa rancangan peraturan pemerintah. 24. Pendidikan dasar di Indonesia merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah, yang berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat. 25. Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, yang terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. 26. Pendidikan di dalam masyarakat atau pendididikan non formal adalah lembaga pendidikan tidak dapat dikesampingkan dari pendidikan keluarga dan sekolah, karena kedua lembaga tadi Said Suhil Achmad: Pengantar Pendidikan. Kegiatan 4 17 tidak boleh terlepas dari tatanan kehidupan sosial dan berjenisjenis kebudayaan yang sedang berkembang di dalam masyarakat di mana keluarga dan sekolah itu berada. 27 Pendidikan non-formal menjadi bagian dari wacana internasional tentang kebijakan pendidikan pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an. 28. Ada empat karakteristik datang dikaitkan dengan pendidikan non-formal: 1) Relevansi dengan kebutuhan kelompok yang kurang beruntung, 2) Kepedulian dengan kategori tertentu orang, 3) Fokus pada tujuan yang jelas, 4) Fleksibilitas dalam organisasi dan metode. 29. Sistem pendidikan formal telah beradaptasi terlalu lambat dengan perubahan sosio-ekonomi di sekitar mereka dan bahwa mereka menahan tidak hanya oleh konservatisme mereka sendiri, tetapi juga oleh masyarakat sendiri inersia. 30. Lembaga-lembaga yang ada di dalam masyarakat seperti lembaga/ organisasi sosial keagamaan. 31. Banyak diantara lembaga sejenis itu yang bergiat langsung dalam dunia pendidikan seperti dengan mendirikan sekolahsekolah swasta, baik umum maupun sekolah berwawasan agama, malah mulai jenjang pendidikan yang paling rendah: taman kanak-kanak sampai ke perguruan tinggi, malah kegiatan mereka lebih luas dari pendidikan keluarga dan sekolah. 32. Pendidikan non formal juga mengembangkan pendidikan politik, pendidikan olahraga dan berbagai pengembangan kepribadian lainnya termasuk dalam penyaluran hobi yang positif, seperti kelompok penggemar membaca, memanjat tebing, SAR, palang merah, dokter kecil dan sebagainya yang hampir tidak didapatkan di keluarga dan sekolah secara lengkap.